Jumat, 27 Februari 2009

Tentang Saham Medco dan Verenex

Mencermati berbagai fenomena ekonomi dan bisnis di negeri tercinta [bahkan di seantero bumi] ternyata menarik sekali, terutama persoalan saham. Siang itu, sehabis rehat makan siang, seorang teman yang kebetulan “pemain saham” menelpon tentangblog. Permintaannya sederhana banget, “tolong deh carikan berita tentang Medco”. Dalam benak tentangblog, yang “nancep” adalah perusahaan milik Arifin Panigoro. Ketika tentangblog bertanya pada “Ki Google nan Sakti”, selain persoalan kerjasama Medco dengan Arrow Energy [perusahaan dari Australia], ada berita menarik tentang kerja Medco dengan Verenex Energy [dari Kanada] menemukan ladang minyak besar di Libia. Ini bukan berita baru, sudah terjadi di awal Februari. Namun dari dua hal tersebut, setidaknya sudah ada 2 keyword lagi yang bisa ditanyakan kepada “Ki Google”, Arrow Energy dan Verenex Energy.

Jawaban Ki Google tentang Arrow Energy tidak ada yang menarik. Setidaknya dari sisi kebutuhan teman yang pekerjaannya “utak-atik” saham. Dalam benak tentangblog, dan seperti yang biasa dia minta, yang menjadi kebutuhan teman ini adalah informasi yang aktual. Fresh from the oven.

Ketika bertanya mengenai Verenex pada Ki Google, tentangblog memperoleh berita yang menarik dan sangat aktual. Berita seperti inilah yang dibutuhkan teman tersebut. Dari CNBC dikabarkan bahwa Verenex [perusahaan patungan Medco dengan Verenex Energy] diakuisisi oleh China National Petroleum Corporation [CNPC]. Tanpa pikir panjang, tentangblog langsung kontak “si pemain saham”. Mendengar informasi yang disampaikan tentangblog, suara “si pemain saham” terasa renyah dan cerah. “Pasti dia lagi untung”, pikir tentangblog.

Tentang Informasi dan Saham
Satu hal yang terkadang terlewat begitu saja ketika tentangblog membaca berita, rubrik ekonomi dan bisnis atawa valuta asing dan saham. Maklum saja, sebelum kenal dengan “si pemain saham”, tentangblog jarang mampir di rubrik tersebut kalau tidak penting. Terkadang saja berita valuta asing diperlukan ketika akan belanja perangkat keras komputer, karena penjualnya masih menjajakan barang dengan satuan dolar Obama.

Perkenalan tentangblog dengan “si pemain saham” menambah jelajah tentangblog ketika membaca berita. Rubrik saham dan valuta asing yang biasanya dilewati begitu saja, akhirnya harus disamperin juga. Melalui informasi inilah tentangblog bisa mendiskusikan banyak hal dengannya. Setidaknya, tentangblog bisa memberikan selamat kalau trading menarik dan empati ketika dia sedang cut loss karena force sell. Terus terang saja, tentangblog seringkali kecewa melihat talk show yang ditayangkan TV di negeri tercinta ini ketika host yang sedemikian kritisnya ternyata tidak menguasai topik yang sedang dibahas, bahkan terkadang tidak mengenali tamu yang diajaknya diskusi. Intinya, untuk membangun sebuah komunikasi dan interaksi diperlukan upaya pembelajaran yang terus-menerus, di samping di saat komunikasi dan interaksi itu sendiri terjadi, juga berlangsung pembelajaran.

Di dunia “si pemain saham”, informasi dini menjadi sangat berharga, sekecil apapun informasi tersebut. Bahkan terkadang rumor pun bisa dimaknai sebagai sebuah kebenaran. Tidak mengherankan kalau ada berita bahwa “sebuah saham digoyang rumor”. Tidak mengherankan pula kalau fenomena insider trading dilakukan untuk mencari keuntungan yang besar.

Tentang Kesenjangan Informasi
Belajar dari “si pemain saham”, tentangblog menjadi sedikit memahami dunia saham. “Si pemain saham” mengakui bahwa dirinya bukanlah investor, yang sekadar menanamkan duitnya untuk membeli saham dan membiarkannya berkembang [kalau berkembang] dalam jangka waktu lama. Sebagaimana cerita tentang seseorang yang mendapat warisan saham dari orangtuanya. Bagi “si pemain saham”, saham tak ubahnya dagangan lain yang berlangsung dengan hukum dagang sederhana, “beli saat turun dan jual saat naik”. Dalam prakteknya, dagangan yang seperti ini tidak sesederhana jualan sembako. Keputusan yang rasional atas dasar informasi dan data yang “diyakini” akurat merupakan rutinitas harian yang harus dihadapi. Bayangkan saja, ketika hari ini sebuah saham turun, masih berapa lama dia akan terus turun? Sama halnya ketika saham sedang naik, akankah dia akan naik lagi?

Dalam kerangka pikir “si pemain saham”, information is power benar-benar diimplementasikan bersanding dengan time is money. Dalam konteks demikian, disinformasi pun berpotensi untuk muncul. Sekalipun di dalam salah satu rubrik di situs Bursa Efex Indonesia selalu disebarluaskan “Keterbukaan Informasi” dari emiten, aksi perusahaan [corporate action] terkadang terkadang lebih cepat dari diduga para pemain saham. Sedangkan bagi “si pemain saham”, yang mengandalkan hidupnya dari “trading harian”, keterlambatan atawa kesenjangan informasi jelas merupakan kehilangan kesempatan. Mungkin, inilah seninya bermain saham.

************************