Jumat, 18 Juli 2008

Tentang Indonesian Idol [18-Juli-2008]

Pentas Spektakuler Indonesian Idol 2008 terakhir menyisakan Aris, Gisel dan Patudu. Dengan mengusung tema ”Tantangan Juri”, kontestan menyanyikan lagu pilihan juri dan lagu karya juri. Inilah salah satu bentuk apresiasi untuk juri yang telah berperan besar dalam pembentukan Idol 2008.

Akhir pekan ini sebetulnya tentangblog tidak terlalu berharap besar dari tayangan Idol. Lepasnya Aji dari orbit Idol 2008 jelas memupus harapan adanya kejutan ala Aji hingga tahapan 4 besar. Namun sebagai hiburan, nampaknya Indonesian Idol masih dapat dinikmati setelah seminggu ini dihantam lagi berita tentang ”telepon dari tahanan” dan ”musim eksekusi hukuman mati” yang semakin menjadikan merinding bulu kuduk.

Tentang PLN dan Nonton TV
Sesi kontes dibuka oleh penampilan Patudu. Namun yang muncul di layar TV tentangblog bukan Patudu, ”The Dark Knight” alias listik padam. Nah lo……

Ternyata ada yang lebih berkuasa di negeri ini dalam urusan nonton TV. Bukan KPI (Komite Penyiaran Indonesia) yang harus membuat peringatan bertingkat dan berulang-ulang untuk dapat menghentikan sebuah tayangan. Bukan pula lembaga sensor yang hanya dapat memotong sebagian siaran terekam dengan syarat-syarat tertentu atawa Depkominfo. PLN atawa Perusahaan Listrik Nelangsa ternyata mampu menghentikan penonton untuk berjamaah tidak nonton TV. Nah, di sini masalah bisa bergeser dari kebebasan media ke kebebasan penonton. Media TV sih sudah bebas sebebasbebasnya, namun kebebasan menonton masih jadi masalah. Perusahaan Listrik Nelangsa (PLN) betul-betul menjadikan Pelanggan Listrik Nelangsa (PLN).

Sepertinya dalam urusan dengan PLN, idiom ”pelanggan itu raja” tidak berlaku. Pelanggan telat bayar, aliran listrik diputus dengan semangat yang tinggi laiknya sektor bisnis yang profesional. Giliran masalah pemadaman, PLN diam seakan kejadian tersebut tidak pernah terjadi. Haruskah PLN diberikan kompetitor supaya dapat memperbaiki diri, sebagaimana yang terjadi dengan Pertamina yang membuat ”Pasti Pas” untuk menghadapi persaingan dengan jaringan SPBU internasional?

Tentang Duel Aris dan Gisel
Byar.....listrik menyala lagi ketika sesi lagu pilihan juri usai. Dengan kata lain, tentangblog hanya menonton sesi kedua, kontestan menyanyikan lagu karya para juri.

Pada penampilan kedua, Patudu tampil membawakan ”Dunia Boleh Tertawa” karya Indra & Mira Lesmana yang biasa dinyanyikan duet Indra Lesmana dengan Titi DJ. Dengan beat 80’an, Patudu tampil bagus dan enak ditonton. Di sini tentangblog jadi ingat dengan Barry Manilow yang ”easy listening” banget.

Gisel menyusul dengan ”Hanya Cinta Yang Bisa” dari Titi DJ, yang biasa dibawakan Agnes Monica. Pilihan Gisel memang tidak tanggung-tanggung. Lagu dengan tekstur yang sangat dinamik ini memang pas untuk dibawakan pada ajang kontes nyanyi, terutama dengan ornamen overtone. Bagi tentangblog, penampilan Gisel tidak sampai bikin merinding. Pada bagian overtone, Gisel tidak berhasil menjadikan lagu ini menjadi lebih megah. Padahal disinilah sebenarnya salah satu bagian penting dari lagu tersebut.

Menutup kontes, Aris membawakan ”Berartinya Dirimu” dari Anang Hermansyah yang biasa dinyanyikan duet Anang dan KD. Sebagai penyanyi dengan karakter suara rock, tentangblog sebenarnya berharap Aris berani mengubah style lagu ini dalam slow rock. Ternyata Aris muncul dengan style pop, dan bagi tentangblog penampilan Aris kali ini bukanlah penampilan terbaik sepanjang kontes Idol.

Menutup pentas Spektakuler, Patudu harus membawakan ”Dunia Boleh Tertawa” untuk kedua kalinya dan mengiringi kebahagiaan Aris dan Gisel menuju Grand Final minggu depan.

******************

0 komentar: