Minggu, 13 Juli 2008

Tentang Indonesian Idol [11-Juni-2008]

Memperebutkan posisi 3 besar dalam kontes menyanyi Indonesian Idol 2008, 4 kontestan tampil biasa-biasa saja. Dalam tema old and new, kontestan menyanyikan 2 buah lagu kombinasi lagu lama dan baru. Tidak ada kejutan dan nyaris tanpa dinamik yang berarti, Indonesian Idol semalam terasa membosankan. Ga’ ada greget. Ketika kontestan semakin sedikit, kesempatan bernyanyi semakin leluasa, seharusnya diimbangi dengan eksplorasi yang lebih berani. Yang terjadi justru sebaliknya, kontestan tampil tegang seakan takut membuat kesalahan. Isue World Idol yang sempat berembus pada minggu-minggu lalu tidak terasa lagi gemanya.

Dengan kualitas seperti tayangan semalam, tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah SMS dan voters pun akan semakin berkurang sejalan dengan turunnya peserta. Bila mengikuti logika bahwa voters rasional dan tidak terbebani dengan loyalitas kedaerahan asal peserta, semakin sedikit kontestan semakin banyak SMS yang masuk. Persoalannya, benarkah voters menghendaki penyanyi? Atau sekadar tokoh idola yang bisa menyanyi?

Tentang Tema Old and New
Tampil sebagai pembuka, Aris membawakan ”Sepanjang Usia” dari Keris Patih. Karakter suara Aris yang nge-rock dari sononya dengan mudah melepaskan diri dari Sammy (vokalis Keris Patih) yang cenderung berimprov ”R & B”. Sebagai pembuka, Aris berhasil menghangatkan suasana dengan lagu tersebut.

Tampil pada urutan kedua, Patudu menyanyikan ”Sebatas Mimpi” dari Yovie Widianto yang biasa dibawakan oleh Rita Efendi. Dengan karakter suara pop, Patudu nyaris tidak memberikan ornamen yang berarti pada lagu tersebut.

Gisel tampil pada urutan ketiga menyanyikan ”Wanita Yang Kau Pilih” yang dipopulerkan Rossa. Untuk penampilan kelas Idol, Gisel sebenarnya masih jauh. Sama halnya dengan Patudu, Gisel menyanyi sebatas ”enak” didengar sebagai penyanyi easy listening. Sedangkan dari sisi karakter, dua kontestan ini belum memiliki kekuatan di wilayah tersebut.

Muncul terakhir pada sesi pertama, Aji membawakan ”Untukku” dari Yovie Widianto yang biasa dinyanyikan Chrisye. Aji muncul nyaris tanpa kejutan. Bahkan di awal lagu, Aji terasa sulit untuk memberikan ornamen agar dapat mencabut lagu ini dari Chrisye. Nampaknya Aji tidak begitu berhasil. Nada-nada bawah Aji yang sering fals semakin nampak jelas. Sebagaimana Aris, Aji sebenarnya termasuk kontestan yang sudah memiliki karakter. Namun, pada penampilan tadi malam, Aji gagal untuk menunjukkan karakternya. Yang terjadi, bukan Aji dan bukan pula Chrisye.

Sesi kedua dibuka lagi oleh Aris membawakan ”Tak Bisa Pindah Ke Lain Hati” dari Katon Bagaskara. Dengan warna suara yang jelas berbeda dengan Katon, Aris dengan mudah membawakan lagu tanpa dibayang-bayangi kejayaan KLA pada saat itu. Sekalipun tidak maksimal, dari pentas semalam Aris seharusnya yang pertama selamat untuk 3 besar.

Lagu ”Indah Pada Waktunya” yang biasa dibawakan Delon, digunakan Patudu untuk mengisi sesi kedua. Kehati-hatian Patudu dalam membawakan lagu, agar terbebas dari aura Delon, terasa mengganjal dan muncul sebagai beban yang berat. Di telinga tentangblog, keindahan yang ingin diungkapkan lagu tersebut seperti tidak pernah ada. Patudu gagal menghapus memori penonton pada Aris yang muncul sebelumnya.

Penampilan kedua, Gisel membawakan ”Ayah” karya Rinto Harahap yang sering dinyanyikan Charles Hutagalung dari The Mercy’s. Untuk penampilan keduanya, Gisel berusaha keras memberikan ornamen pada lagu tersebut, namun tidak berhasil. Hasilnya, Gisel seperti kehilangan orientasi dan misinya dalam membawakan lagu tersebut. Ga’ salah kalau Anang dan Indra memberikan penilaian yang negatif karena nuansa nostalgik yang dibawakan Gisel, bukan memperbarui lagu tersebut.

Muncul sebagai penutup, Aji membawakan ”Tanpa Batas Waktu” yang biasa dinyanyikan Afgan. Dengan beat ala disco 80’an, Aji tidak terlalu berhasil membawakan lagu ini, sekalipun Aji bisa melepaskan diri dari Afgan. Karakter Aji yang sebenarnya sudah cukup kuat menjadi hilang dalam lagu ini.

Tentang Aji Yang Lupa Nomer Vote dan Keluar Orbit
Sebagaimana dikemukakan di atas, penampilan kontestan Idol semalam nampak diselimuti kehati-hatian untuk menghindar dari membuat kesalahan. Dengan bermain ”asal selamat” kontes Indonesian Idol menjadi sangat tidak menarik. Perkembangan yang seharusnya nampak dari minggu ke minggu terasa mandek. Bahkan Aji yang biasa membuat kejutan, nyaris tidak memberikan ornamen berarti dalam penampilannya. Tidak mengherankan kalau Aji akhirnya harus keluar dari orbit Indonesian Idol. Tentangblog yakin, penonton dan voters tidak sekadar menunggu Aji bernyanyi. Satu hal yang menarik dari penampilan Aji pada sesi pertama adalah ”lupa nomor vote” untuk sambungan telepon. Kesalahan ini jelas menunjukkan bahwa Aji pada kondisi yang tidak utuh di dalam kontes semalam.

****************

0 komentar: